Cara Lengkap Membeli Rumah Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Tahukah anda? Beli rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan kini bisa dilakukan. Namun pada kenyataannya belum banyak masyarakat yang tahu dengan tambahan manfaat dari jaminan sosial yang satu ini. Masyarakat mungkin hanya tahu dari fungsi BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan jaminan sosial dan perlindungan bagi para pesertanya, melalui beberapa program diantaranya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM).


Sebenarnya program ini sudah ada sejak lama, namun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Beli rumah pakai BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu bagi peserta yang ingin memiliki rumah sendiri namun masih terkendala biaya. Berminat untuk beli rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan? Simak penjelasannya secara lengkap berikut ini. 

Program Membeli Rumah Dengan BPJS 



BPJS Ketenagakerjaan menyediakan program perumahan bagi pesertanya. Ada empat jenis layanan yang ditawarkan diantaranya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Konstruksi, Pinjaman Uang Muka Perumahan dan Pinjaman Renovasi Perumahan. 

Berikut penjelasan dari keempat program tersebut : 
  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 

Layanan ini dibagi menjadi 2 tipe yaitu subsidi dan non subsidi. Apa perbedaan dari kedua jenis KPR tersebut? 

KPR subsidi merupakan rumah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Dimana pembiayaan KPR Pinjaman Uang Muka (PUM) mencapai maksimal 99% serta dengan suku bunga sesuai dengan ketentuan pemerintah saat ini yaitu sebesar 6%. Tentu lebih murah jika dibandingkan dengan bunga pinjaman dari bank. 

Sedangkan untuk KPR non subsidi merupakan rumah dengan harga maksimal Rp500 Juta. Dengan pembiayaan KPR PUM hingga 90% serta suku bunga sebesar 3% dari rate margin Bank Indonesia. 
  • Kredit Konstruksi 

Layanan ini diberikan untuk seluruh peserta BPJSTK, khusus untuk pembangunan rumah tapak dengan suku bunga dari rate margin Bank Indonesia. 
  • Pinjaman Uang Muka Perumahan

Jika anda mengalami kesulitan biaya untuk membeli rumah KPR, tidak ada salahnya untuk mengajukan pinjaman uang muka perumahan. Bantuan ini diberikan untuk peserta BPJSTK yang berpenghasilan di bawah Rp4 Juta atau di bawah UMP.
  • Pinjaman Renovasi Perumahan

Ingin merenovasi rumah anda? BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan pinjaman maksimal Rp50 Juta dengan masa waktu pengembalian 10 tahun untuk layanan Pinjaman Renovasi Perumahan ini. 

Itulah penjelasan mengenai program beli rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk bisa mengajukan keempat program tersebut, ada persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi. Lantas, apa saja persyaratan untuk mengajukan permohonan beli rumah pakai BPJS TK? 

Syarat Dan Ketentuan Beli Rumah Dengan BPJS 

Jika kita ingin mengajukan pinjaman dari pihak manapun, tentu ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi. Hal ini juga berlaku ketika anda ingin mengajukan program beli rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, anda tidak perlu khawatir karena syarat dan ketentuan ini bertujuan supaya pinjaman yang anda ajukan lebih cepat cair. 

Berikut ini adalah syarat dan ketentuan yang harus anda penuhi ketika mengajukan permohonan pinjaman untuk beli rumah dengan BPJS : 
  •  Menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan aktif selama satu tahun atau lebih
  • Surat pernyataan belum memiliki rumah bermaterai
  • Untuk non subsidi, harga rumah yang diincar maksimal Rp500 Juta
  • Memiliki gaji maksimal Rp4,5 Juta bagi peserta yang ingin mengambil rumah subsidi
  • Pengajuan kredit dilakukan di kantor cabang Bank BTN dengan membawa persyaratan administrasi, sama halnya dengan persyaratan KPR pada umumnya
  • Surat rekomendasi dari perusahaan bahwa peserta adalah benar bekerja di perusahaan tersebut
  • Perusahaan juga mau menjadi penanggung jawab pengurusan Pinjaman Uang Muka Perumahan
  • Telah sepakat dan setuju dengan rumah yang ditawarkan oleh developer. Mulai dari harga, tipe rumah, lokasi, besaran DP,  hingga jangka waktu pengembalian.
  • Memiliki SP3K (Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit) dari bank pemberi KPR sebagai bukti lolos seleksi KPR
  • Pembiayaan angsuran dilakukan secara kolektif oleh perusahaan tempat peserta bekerja
  • Jika suami atau istri sama-sama terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, maka hanya salah satu dari mereka yang bisa mengajukan pinjaman
  • Jika permohonan disetujui oleh pihak BPJS, maka peserta tidak boleh menjual rumah tersebut selama periode cicilan atau 5 sampai 10 tahun dan tidak bisa menjual rumah ke pihak ketiga
Jadi, cukup mudah kan persyaratan untuk mengajukan pinjaman beli rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan? Selanjutnya, bagaimana prosedur atau cara mengajukan program tersebut? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya. 

Cara Mengajukan Program Beli Rumah Dengan BPJS Ketenagakerjaan



Setelah mengetahui syarat dan ketentuan beli rumah pakai BPJS TK, apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan? Tentunya anda harus mengajukan permohonan untuk program tersebut. Dalam proses pengajuan tersebut, tentu ada beberapa prosedur atau langkah-langkah yang harus anda lakukan, diantaranya adalah sebagai berikut : 
  1. Mintalah surat rekomendasi dari perusahaan tempat anda bekerja. Ini adalah salah satu syarat untuk mengajukan program PUMP. 
  2. Setelah mendapatkan surat rekomendasi, anda bisa mengincar KPR atau rumah yang anda idamkan. 
  3. Selanjutnya, ajukan KPR tersebut untuk mendapatkan surat SP3K dari pemberi KPR.
  4. Jika sudah memiliki surat rekomendasi dari perusahaan dan surat SP3K dari pemberi KPR, barulah anda bisa datang ke kantor BPJS untuk mengajukan permohonan program PUMP atau Pinjaman Uang Muka Perumahan.
  5. Jika sudah disetujui oleh BPJS, selanjutnya anda bisa membicarakan masalah pembayaran Down Payment (DP) dengan pemberi KPR. 
Demi melancarkan program ini, BPJS Ketenagakerjaan telah menggabungkan PUMP dengan KPR Bersubsidi FLPP Sejahtera yang digagas pemerintah. Dalam hal ini, BPJS Ketenagakerjaan bekerjsama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). 

Kerjasama ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah agar mempunyai tempat tinggal yang layak. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bunga PUMP dihitung flat selama tiga tahun serta suku bunga KPR Bank Tabungan Negara juga tidak memberatkan peserta, yaitu bunga tetap sebesar enam persen. Jangka waktu pinjaman juga tidak lebih dari 15 tahun. 

Lantas, apa saja persyaratan untuk mengajukan KPR FLPP Sejahtera Bank BTN ini? Simak penjelasannya di bawah ini : 
  • Usia minimal pengaju kredit adalah 21 tahun
  • Telah terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal selama 1 tahun
  • Usia maksimal pengaju kredit saat jangka waktu pinjaman selesai tidak lebih dari 65 tahun
  • Belum pernah mendapatkan fasilitas pinjaman dari BPJS
  • Memenuhi syarat KPR dari Bank BTN
  • Pelaksanaan PUMP dilakukan bersamaan dengan KPR di Bank BTN
  • Melengkapi dokumen asli rekomendari PUMP dari BPJS Ketenagakerjaan dan fotokopi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan 
Program ini tentu sangat membantu peserta yang ingin memiliki tempat tinggal layak, namun dengan biaya yang terbatas. Demikian informasi cara lengkap membeli rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semoga bermanfaat dan bisa membantu anda untuk mendapatkan rumah impian anda. Jangan lupa share artikel ini ya!

0 Response to "Cara Lengkap Membeli Rumah Dengan BPJS Ketenagakerjaan"

Post a Comment